Mendisiplinkan Anak, Haruskah dengan Kekerasan?

Posted on

Mengajari anak disiplin memang penting. Hanya saja, dalam keseharian tak sedikit orang tua yang mengandalkan kekerasan untuk mendisiplinkan buah hatinya.

Terkait hal ini, psikolog anak dan keluarga dari Klinik Tiga Generasi, Anna Surti Ariani, MPsi, Psikolog menuturkan disiplin dan kekerasan adalah dua hal yang berbeda. Disiplin relatif terukur, misalnya menyetrap anak ada ketentuannya 1 menit per tahun usia. Kemudian, dalam mendisiplinkan anak, emosi orang tua stabil.

“Kalau kekerasan itu nggak terukur, bisa ringan banget atau berat banget. Terus saat melakukan kekerasan, emosi orang tua nggak stabil. Contohnya ayah mukul anaknya kenceng banget ya karena emosinya nggak stabil itu,” tutur Nina, begitu ia akrab disapa kepada detikHealth baru-baru ini.

Bahkan, dalam keseharian ketika orang tua mengancam akan memukul anak dikatakan Nina itu sudah masuk kategori kekerasan. Perbedaan lainnya, jika mendisiplinkan anak konsekuensinya jelas. Contoh, saat anak tidak menghabiskan makanan, maka ia tidak mendapat puding.

disiplin
Berbeda dengan ketika anak mendapat kekerasan, konsekuensi yang ada tidak logis. Ketika anak tidak mengerjakan PR misalnya, ia lantas disuruh berlari memutari lapangan.

“Logisnya ya berarti kan PR-nya dia bertambah. Anak itu sebetulnya bisa kok dibilangin, nggak perlu pakai kekerasan. Kalau anak baru bisa nurut setelah dipukul, berarti selama ini tidak ada stimulai kelembutan buat anak,” tambah wanita yang juga praktik di Klinik Psikologi Terapan UI ini.

Bisa saja, selama ini orang tua selalu bicara kasar dan tidak mendengarkan anak dengan baik. Sehingga, anak tidak belajar untuk mendengarkan orang lain dengan baik. Walau begitu, bukan berarti orang tua tidak bisa berkata keras pada sang anak.

Ketika anak dalam bahaya misalnya saat akan memegang kompor yang panas atau mendekati stop kontak, silakan orang tua berteriak supaya anak bisa terhindar dari bahaya. Memang anak bisa saja kaget, tapi itu lebih baik dan jangan lupa, jelaskan mengapa orang tua sampai berteriak seperti itu.

Sumber : https://health.detik.com/read/2016/12/04/073543/3362105/764/mendisiplinkan-anak-haruskah-dengan-kekerasan